Pada tahun 2025, Pemerintah Desa Lolo Hilir merencanakan kegiatan normalisasi drainase sebagai salah satu program prioritas pembangunan infrastruktur desa. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi saluran air yang sudah tidak berfungsi optimal akibat sedimentasi, penumpukan sampah, dan penyempitan jalur aliran air. Hal tersebut sering menimbulkan genangan air bahkan banjir lokal saat musim hujan tiba, yang berdampak pada aktivitas masyarakat serta kondisi lingkungan sekitar. Melalui program normalisasi ini, diharapkan sistem drainase dapat kembali berfungsi dengan baik untuk mengalirkan air hujan dan limbah rumah tangga secara lancar.
Pelaksanaan kegiatan normalisasi drainase akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari proses survei dan pemetaan titik-titik saluran yang mengalami kerusakan atau penyumbatan. Setelah itu dilakukan pengerukan endapan lumpur, perbaikan dinding saluran, dan pembersihan jalur air dari sampah serta tumbuhan liar. Pemerintah Desa Lolo Hilir akan melibatkan perangkat desa, BUMDes, serta masyarakat setempat dalam kegiatan gotong royong agar pelaksanaan program ini berjalan efisien dan partisipatif. Kegiatan ini juga akan diawasi oleh tim teknis agar sesuai dengan standar teknis pekerjaan drainase yang telah ditetapkan.
Selain perbaikan fisik, program normalisasi drainase ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah desa akan mengadakan sosialisasi dan edukasi tentang bahaya membuang sampah ke saluran air serta pentingnya pemeliharaan rutin drainase. Dengan adanya keterlibatan aktif masyarakat, hasil dari kegiatan normalisasi ini diharapkan dapat bertahan lama dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh warga desa.
Secara keseluruhan, kegiatan normalisasi drainase Desa Lolo Hilir tahun 2025 merupakan langkah nyata dalam upaya meningkatkan kualitas lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat desa. Saluran drainase yang bersih dan berfungsi baik akan membantu mencegah banjir, memperlancar aktivitas pertanian, serta menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman. Dengan dukungan semua pihak, program ini diharapkan menjadi contoh keberhasilan pengelolaan infrastruktur berbasis partisipasi masyarakat menuju desa yang lebih maju dan tangguh terhadap perubahan iklim.